Air sumur bor masih banyak digunakan di Jakarta untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga maupun kegiatan usaha. Air dari sumur biasanya dimanfaatkan untuk mandi, mencuci pakaian, membersihkan rumah, mengisi toren, hingga mendukung kebutuhan operasional restoran, kos, kantor, dan berbagai bangunan lainnya.
Masalahnya, kualitas air sumur bor tidak selalu sama di setiap lokasi. Ada air yang terlihat jernih ketika baru keluar dari pompa, tetapi beberapa saat kemudian berubah kekuningan. Ada pula air yang berbau kurang sedap, meninggalkan noda pada keramik, atau menghasilkan endapan di dasar bak.
Jika masalah tersebut terus terjadi, pemasangan filter air sumur bor Jakarta bisa menjadi solusi untuk membantu memperbaiki kondisi air sebelum digunakan.
Namun, pemilihan sistem filter sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan harga atau banyaknya tabung. Kondisi sumber air perlu diketahui terlebih dahulu karena penyebab air kuning, keruh, maupun berbau dapat berbeda pada setiap lokasi.
Masalah Air Sumur Bor
Air tanah melewati berbagai lapisan tanah dan batuan sebelum terkumpul di dalam sumber air bawah tanah. Dalam proses tersebut, air dapat membawa mineral, partikel, hingga material lain yang memengaruhi warna, aroma, dan kejernihannya.
Itulah sebabnya kondisi air sumur bor antara satu wilayah dengan wilayah lainnya dapat berbeda.
Bahkan dua rumah yang berdekatan sekalipun belum tentu mempunyai kualitas air yang sama. Kedalaman sumur, struktur tanah, kondisi lingkungan sekitar, usia sumur, jaringan pipa, hingga kondisi toren dapat memengaruhi karakter air yang digunakan.
Beberapa masalah yang cukup mudah dikenali antara lain air berubah kuning, muncul bau logam, endapan pada bak mandi, air terlihat keruh, atau terdapat noda kecokelatan pada perlengkapan kamar mandi.
Jika tanda-tanda seperti ini mulai muncul secara rutin, kondisi sumber air sebaiknya diperiksa sebelum menentukan sistem filtrasi.
1. Mengapa Air Menjadi Kuning?
Air sumur yang berubah menjadi kuning atau kecokelatan sering dikaitkan dengan kandungan besi di dalam air tanah.
Dalam kondisi tanpa banyak oksigen, besi dapat berada dalam bentuk terlarut sehingga air yang baru dipompa terlihat cukup jernih. Setelah air terkena udara, besi tersebut dapat mengalami oksidasi dan membentuk warna kemerahan atau kecokelatan. WHO juga mencatat bahwa besi dalam air tanah dapat menimbulkan perubahan warna setelah kontak dengan udara serta meninggalkan noda pada perlengkapan dan cucian.
Karena itulah beberapa orang mengalami kondisi air yang terlihat bersih ketika pertama keluar dari pompa, tetapi berubah warna setelah berada beberapa saat di dalam bak.
Selain besi, mangan juga dapat memengaruhi kualitas visual air. Pada kondisi tertentu, mangan dapat menyebabkan warna, noda pada perlengkapan, serta deposit pada jaringan perpipaan.
Namun, perubahan warna tidak sebaiknya digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk memastikan kandungan air. Pemeriksaan tetap diperlukan jika ingin mengetahui penyebabnya secara lebih jelas.
2. Tanda Air Mengandung Besi
Salah satu tanda yang paling mudah terlihat adalah munculnya noda kekuningan atau kecokelatan pada perlengkapan rumah.
Misalnya, bak mandi yang awalnya berwarna putih perlahan berubah kuning meskipun rutin dibersihkan. Keran, shower, wastafel, dan lantai kamar mandi juga dapat meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan.
Masalah lain biasanya terlihat pada pakaian.
Pakaian berwarna putih dapat terlihat lebih kusam setelah beberapa kali dicuci menggunakan air dengan kandungan besi yang tinggi. Beberapa pengguna juga dapat merasakan aroma atau rasa logam pada air.
Apabila masalah seperti ini terjadi terus-menerus, memasang filter air sumur bor dapat membantu mengurangi kandungan yang menyebabkan perubahan warna tersebut, selama sistem dan medianya sesuai dengan kondisi sumber air.
3. Mengapa Air Sumur Berbau?
Selain air kuning, bau kurang sedap menjadi keluhan lain yang cukup sering ditemukan pada penggunaan air sumur.
Bau air dapat bermacam-macam. Ada yang menyerupai bau tanah, logam, lumpur, hingga bau telur busuk.
Bau seperti telur busuk dapat berhubungan dengan keberadaan hidrogen sulfida atau H2S. ATSDR dari CDC menjelaskan bahwa hidrogen sulfida dapat ditemukan dalam air sumur dan juga dapat terbentuk pada water heater, sehingga menyebabkan air keran memiliki aroma menyerupai telur busuk.
Namun, tidak semua bau air berasal dari hidrogen sulfida.
Masalah juga dapat muncul dari toren yang jarang dibersihkan, jaringan pipa, endapan organik, kondisi sumur, atau aktivitas mikroorganisme.
Karena itu, penting mengetahui kapan bau mulai muncul. Apakah air sudah berbau ketika langsung dipompa dari sumur, atau bau baru muncul setelah air disimpan di dalam toren.
Informasi sederhana seperti ini dapat membantu proses analisis sumber masalah.
Air yang terlihat jernih belum tentu tidak memiliki masalah.
Beberapa kandungan di dalam air berada dalam bentuk terlarut sehingga tidak langsung terlihat oleh mata. Sebaliknya, air yang berubah warna juga belum tentu memiliki penyebab yang sama dengan air di lokasi lain.
Inilah alasan mengapa memilih filter hanya berdasarkan foto air sering kali kurang tepat.
Idealnya, kondisi air diperhatikan dari beberapa aspek seperti warna, aroma, jumlah endapan, sumber air, serta pola perubahan air setelah didiamkan.
Jika diperlukan, pengujian parameter air dapat dilakukan untuk mengetahui kondisinya dengan lebih detail.
Dengan begitu, proses pengolahan dapat dibuat berdasarkan masalah yang sebenarnya, bukan sekadar mencoba berbagai media filter.
Cara Kerja Filter Air
Secara sederhana, sistem filter bekerja dengan mengalirkan air melewati satu atau beberapa jenis media filtrasi.
Media tersebut mempunyai fungsi berbeda-beda. Ada yang dirancang untuk menahan partikel, membantu mengurangi kekeruhan, menyerap aroma, maupun mendukung proses pengurangan kandungan tertentu dalam air.
Air dari sumur biasanya dipompa menuju sistem filter sebelum dialirkan ke toren atau jaringan distribusi rumah.
Posisi instalasi dapat berbeda tergantung desain sistem.
Ada filter yang dipasang sebelum toren agar air sudah melalui proses filtrasi sebelum masuk ke penampungan. Ada juga konfigurasi yang menempatkan sistem setelah toren.
Pemilihannya bergantung pada tekanan pompa, kapasitas penggunaan air, kondisi instalasi, serta kebutuhan masing-masing bangunan.
Media Filter Air Sumur
Sistem filter air sumur bor Jakarta dapat menggunakan beberapa media filtrasi sekaligus. Pemilihannya sebaiknya mengikuti kondisi air di lokasi.
Salah satu media yang umum digunakan adalah pasir silika. Media ini banyak digunakan dalam proses penyaringan untuk membantu menahan sedimen dan partikel yang menyebabkan kekeruhan.
Karbon aktif juga sering digunakan dalam sistem pengolahan air karena mempunyai kemampuan adsorpsi dan dapat membantu menangani berbagai masalah aroma serta karakter tertentu pada air.
Untuk kondisi air yang berkaitan dengan besi atau mangan, media berbasis manganese dapat digunakan sebagai salah satu bagian dalam sistem.
Selain itu, terdapat pula zeolit dan resin yang digunakan untuk kebutuhan pengolahan tertentu.
PT Ghelsa Aqua Tech sendiri menyediakan jasa pemasangan filter air dengan media seperti pasir silika, karbon aktif, manganese, zeolit, dan resin. Sistem disesuaikan dengan kondisi sumber air dan kebutuhan penggunaan.
1. Filter untuk Rumah Tangga
Pada rumah tinggal, filter air biasanya digunakan untuk meningkatkan kenyamanan aktivitas sehari-hari.
Air yang lebih jernih dapat membantu mengurangi noda yang muncul pada lantai, bak mandi, wastafel, dan perlengkapan rumah lainnya.
Pakaian juga tidak terus-menerus terpapar air yang meninggalkan warna atau endapan.
Namun, kapasitas filter tetap harus diperhatikan.
Jumlah penghuni rumah, ukuran toren, jumlah kamar mandi, serta kekuatan pompa perlu dipertimbangkan ketika menentukan ukuran tabung maupun konfigurasi sistem.
Filter yang terlalu kecil dibandingkan kebutuhan debit berpotensi membuat aliran air tidak optimal.
2. Filter untuk Kos dan Kontrakan
Kebutuhan air pada kos atau kontrakan dengan banyak penghuni biasanya lebih tinggi dibandingkan rumah biasa.
Pada pagi dan sore hari, beberapa kamar mandi bahkan dapat digunakan hampir bersamaan.
Jika air sumur bermasalah, keluhan penghuni juga bisa meningkat. Air yang kuning, berbau, atau meninggalkan noda tentu memengaruhi kenyamanan ketika mandi maupun mencuci pakaian.
Untuk kebutuhan seperti ini, kapasitas sistem perlu dihitung dengan mempertimbangkan jumlah penghuni dan perkiraan debit penggunaan.
Sistem yang dirancang untuk rumah kecil belum tentu mampu memenuhi kebutuhan bangunan kos dengan puluhan penghuni.
3. Filter untuk Tempat Usaha
Kualitas air juga penting untuk berbagai kegiatan bisnis.
Hotel membutuhkan air yang nyaman digunakan tamu. Laundry memerlukan air yang tidak mudah meninggalkan noda pada pakaian. Restoran membutuhkan air untuk membersihkan peralatan dan menjaga kegiatan operasional.
Pada kantor, rumah sakit, pabrik, dan bangunan komersial lainnya, kebutuhan air bahkan dapat jauh lebih kompleks.
Untuk kebutuhan tersebut, sistem pengolahan tidak selalu berhenti pada filter tabung biasa.
Ghelsa Aqua Tech juga menyediakan sistem water treatment yang meliputi softener, RO system, UV sterilizer, hingga filtrasi skala besar untuk kebutuhan rumah sakit, hotel, restoran, perkantoran, pabrik, dan industri.
Filter Air Perlu Dirawat
Filter air bukan perangkat yang dapat digunakan terus-menerus tanpa perawatan.
Kotoran dan partikel yang tertahan akan terakumulasi di dalam sistem. Media filtrasi tertentu juga memiliki kapasitas kerja yang dapat berkurang setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu.
Karena itu, beberapa sistem membutuhkan proses backwash secara berkala.
Backwash dilakukan dengan membalik arah aliran air untuk membantu mengeluarkan kotoran yang tertahan pada media.
Frekuensi perawatan tidak selalu sama.
Air dengan kandungan sedimen tinggi dapat membuat filter lebih cepat kotor dibandingkan air dengan tingkat kekeruhan rendah.
Jumlah pemakaian air juga berpengaruh. Filter rumah dengan tiga penghuni tentu mempunyai beban kerja berbeda dibandingkan filter untuk kos dengan tiga puluh penghuni.
Konsultasikan Masalah Air Anda
Air sumur bor yang kuning, keruh, berbau, atau meninggalkan noda tidak perlu terus menjadi masalah dalam aktivitas sehari-hari.
PT Ghelsa Aqua Tech berlokasi di Jl. Antene IV No.71, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menyediakan jasa pemasangan filter air dan sistem pengolahan air untuk kebutuhan rumah, kantor hingga industri. Proses layanan dilakukan melalui survey lokasi, analisa kondisi air, rekomendasi sistem, dan pemasangan sesuai kebutuhan.
Jika Anda sedang mencari filter air sumur bor Jakarta, konsultasikan terlebih dahulu kondisi air di rumah atau tempat usaha Anda agar sistem yang digunakan sesuai dengan masalah dan kapasitas pemakaian.
Wilayah operasionalnya mencakup Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Tangerang, Depok, Bekasi, dan daerah sekitarnya.
Dengan melakukan pengecekan kondisi air terlebih dahulu, sistem dapat dibuat lebih terarah untuk menangani masalah yang sebenarnya.
Hubungi PT Ghelsa Aqua Tech melalui WhatsApp kami +62 813-1396-967 untuk konsultasi dan survey lokasi. Temukan solusi filtrasi yang tepat agar air di rumah maupun tempat usaha menjadi lebih jernih, bersih, dan nyaman digunakan.
View this post on Instagram
FAQ Filter Air Sumur Bor
Apakah air sumur kuning bisa difilter?
Bisa. Pada banyak kondisi, air berwarna kuning dapat ditangani dengan sistem filtrasi yang sesuai. Namun, penyebab perubahan warna sebaiknya diketahui terlebih dahulu agar media filter yang digunakan tepat.
Apa penyebab air berubah kuning?
Air kuning dapat berkaitan dengan besi, mangan, endapan, maupun kondisi lain pada sumber air. Besi terlarut dapat mengalami oksidasi setelah terkena udara sehingga membuat air berubah menjadi kekuningan atau kecokelatan.
Kenapa air sumur berbau telur busuk?
Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah hidrogen sulfida. Senyawa ini dapat ditemukan pada air sumur dan memiliki karakteristik aroma seperti telur busuk. Namun, penyebab bau tetap perlu diperiksa karena dapat berasal dari sumber lain.
Berapa tabung filter yang dibutuhkan?
Jumlah tabung tergantung kondisi sumber air, jenis masalah, debit, serta kebutuhan penggunaan. Sistem satu lokasi belum tentu cocok diterapkan pada lokasi lainnya.
Apakah filter perlu dibersihkan?
Ya. Filter membutuhkan perawatan seperti backwash dan pemeriksaan media secara berkala agar proses filtrasi tetap berjalan dengan baik.
Berapa lama media filter bertahan?
Usia media tidak dapat disamaratakan. Kondisi air, volume pemakaian, jenis media, dan frekuensi perawatan dapat memengaruhi masa penggunaannya.

